
JAKARTA, 2 JUNI 2026 – Maskapai penerbangan nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, secara resmi memulai fase pemulangan jemaah haji asal Indonesia musim haji 1447 H / 2026 M. Kelompok terbang (kloter) pertama yang mendarat di tanah air adalah Kloter JKS-01 asal Embarkasi Bekasi, Jawa Barat.
Menggunakan penerbangan SV 5142 rute Jeddah (JED) menuju Jakarta (CGK), pesawat lepas landas dari Bandara King Abdulaziz pada 1 Juni 2026 pukul 09:45 WAS (waktu Arab Saudi) dan tiba dengan selamat di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari yang sama pukul 23:40 WIB.
Kedatangan para tamu Allah ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi Saudia Airlines untuk kawasan Asia, yakni Mr. Reham Zarei (Director of East Asia & Australia) dan Mr. Ali Alkhudair (Director of Ground Operation for the East Asia Region) Sebagai bentuk penghormatan dan sambutan hangat, para pimpinan menyapa langsung jemaah dan memberikan bunga sebagai simbol selamat datang kembali di tanah air.
“Kami sangat bersyukur dapat mengantarkan kembali para tamu Allah ke tanah air dengan selamat dan tepat waktu. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan para jemaah, dan kami berdoa semoga seluruh jemaah mendapatkan predikat Haji yang Mabrur,” ujar Mr. Reham Zarei di sela-sela penyambutan.
Fase pemulangan jemaah haji oleh Saudia Airlines di Indonesia dijadwalkan berlangsung penuh selama satu bulan, mulai dari 1 hingga 30 Juni 2026. Operasional pemulangan ini mencakup 5 bandara utama di Indonesia, yaitu:
Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan, Saudia Indonesia telah menyiagakan personel penuh baik di terminal kedatangan domestik maupun di bandara keberangkatan di Arab Saudi. Petugas haji Saudia disiagakan di Bandara King Abdulaziz, Jeddah (1–15 Juni 2026) dan dilanjutkan di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah (16–30 Juni 2026).
Demi keselamatan penerbangan dan kenyamanan bersama, Saudia Airlines terus mengimbau jemaah melalui ketua kloter serta menyebarkan video panduan resmi. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah larangan keras memasukkan air Zamzam ke dalam koper bagasi tercatat dalam bentuk atau ukuran apa pun. Seluruh jemaah dipastikan akan menerima jatah air Zamzam resmi setibanya di asrama embarkasi masing-masing.